Alfan Rizki W [ TI - KESEHATAN ]

Alfan Rizki W [ TI - KESEHATAN ] Ilmu Blog | Created By Alfan Rizki W

  • Home
  • Facebook
  • Twitter
Institut Teknologi Bandung
Universitas Gadjah Mada
STEI - ITB

About Me

Popular Posts

Thumbnail Recent Post

Category List

Blog Archive

Institut Teknologi Bandung

Selamat datang/sugeng rawuh/welcome di blog sederhana saya, semoga bemanfaat bagi para pembaca sekalian. Selamat membaca blog batch06rizkialfan.blogspot.com yang sederhana ini...

STEI-ITB

Selamat datang/sugeng rawuh/welcome di blog sederhana saya, semoga bemanfaat bagi para pembaca sekalian. Selamat membaca blog batch06rizkialfan.blogspot.com yang sederhana ini...

Universitas Gadjah Mada.

Selamat datang/sugeng rawuh/welcome di blog sederhana saya, semoga bemanfaat bagi para pembaca sekalian. Selamat membaca blog batch06rizkialfan.blogspot.com yang sederhana ini ...

Grha Sabha Pramana(GSP)

Selamat datang/sugeng rawuh/welcome di blog sederhana saya, semoga bemanfaat bagi para pembaca sekalian. Selamat membaca blog batch06rizkialfan.blogspot.com yang sederhana ini ...

Gedung Pusat UGM

Selamat datang/sugeng rawuh/welcome di blog sederhana saya, semoga bemanfaat bagi para pembaca sekalian. Selamat membaca blog batch06rizkialfan.blogspot.com yang sederhana ini ...

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Jaringan Komputer. Tampilkan semua postingan


Real-time transfer protocol (RTP) adalah sebuah protokol Internet standar yang dibuat untuk mengelola transmisi data multimedia secra real-time dalam sebuahjaringan unicast ataupun multicast. RTP sendiri sebenarnya tidak menjamin proses pengiriman data multimedia tersebut real-time karena hal tersebut sangat terpengaruh oleh karakteristik dari jaringan yang ada. Namun demikIan RTP menyediakan sarana agar waktu sampainya lebih efektif.

Real-time transport control protocol (RTCP) merupakan sebuah protocol yang digunakan untuk proses transport data multimedia secra real-time. Dengan mengkombinasikan RTP dan RTCP maka dapat dilakukan monitoring pengiriman data berukuran besar pada multicast networks. Dengan adanya monitoring maka memungkinkan penerima untuk mendeteksi jika ada packet loss dan untuk mengkompensasi beberapa delay. RTP dan RTCP bekerja secara independen pada Transport layer dan Network layer protocols. Informasi dalam header RTP memberitahu penerima bagaimana cara urutan dalam merekonstruksi data yang tersimpan di dalam paket. RTP berjalan di atas User Datagram Protocol (UDP), meskipun dapat menggunakan protokol transport lainnya.
Komponen RTP meliputi:
a.        nomor urut, digunakan untuk mendeteksi paket yang hilang.
b.      payload identification, untuk menggambarkan media pengkodean tertentu sehingga dapat diubah jika harus beradaptasi dengan variasi bandwidth, frameindication, yang menandai awal dan akhir setiap frame.
c.       source identification, untuk mengidentifikasi keaslian frame.
d.      intramedia synchronization, yang merupakan penanda waktu untuk mendeteksi  delay yang berbeda pada aliran data.
Komponen RTPC meliputi:
a.       Kualitas layanan (QoS) umpan balik, yang mana meliputi jumlah paket yang hilang, round-trip time, dan delay. Dengan demikian maka sumber data dapat menyesuaikan data mereka.
b.      Session control, Dengan memanfaatkan paket RTCP BYE sebagai indikasi apakah participant streaming sudah meninggalkan sesi streamingnya atau belum.
c.       Identification, yang meliputi nama participant, alamat e-mail, dan nomor telepon untuk memberikan informasi kepada participant lainnya.
d.      Intermedia synchronization, untuk memungkinkan sinkronisasi antara audio dan video stream yang ditransmisikan secara terpisah.
Secara sederhananya proses streaming sbenarnya seperti yang ditunjukan pada gambar berikut :

        Real-time streaming protocol (RTSP) adalah sebuah protokol level aplikasi untuk transfer data media secara real-time. Protokol ini digunakan untuk menentukan dan mengatur media sessions antara semua end point dengan cara melakukan network-remote-control selama sinkronisasi media setriming seperti audio dan video. RTSP dikembangkan oleh network-remote-control dari Internet Engineering Task Force (IETF) dan diterbitkan sebagai RFC 2.326.Skema kerja sebuah streaming dengan menggunakan RSTP kurang lebih seperti pada gambar beriku:


Dari gambar  diatas dapat dilihat Protocol RTSP menempatkan semua metode secara bersama-sama. Mulai  dari mengirim permintaan kontrol, membangun sebuah line, permintaan URL, dan nomor versi protokol. Kemudian, klien termasuk general header, header permintaan dan header entitas, membentuk protokol http. Ini dikirim ke server, yang akan mengeksekusi permintaan jika memungkinkan. Kemudian server meresrespon status-line,  general header dan header entitas. Status line berisi versi protokol, kode status numerik, dan deskripsi tekstual. Media stream yang tersisa tidak ditentukan oleh RTSP. Hal ini bisa merupakan streaming RTP, atau bentuk lain dari transmisi media. RTSP hanya menetapkan kontrol dan sampai dengan perangkat lunak klien dan server untuk menjaga pemetaan antara saluran kontrol dan media stream.

Sebuah konsep kunci dalam RTSP adalah gagasan tentang session. RTSP bekerja dengan terlebih dahulu meminta presentasi yang akan dimulai oleh server, menerima session identifier yang kemudian digunakan dalam semua kontrol berikutnya. Session pengidentifikasi merupakan state bersama antara client dan server. Jika state hilang, misalnya melalui salah satu mesin yang sedang reboot, kemudian protokol yang bergantung pada pengangkutan media berhenti secara otomatis, misalnya tidak melalui melalui menerima pesan RTCP jika menggunakan RTP, atau implementasi menggunakan metode GET_PARAMETER.
Permintaan kontrol dan tanggapan dapat dikirim melalui TCP atau UDP. Karena urutan hal-hal permintaan, memungkinkan adanya permintaan yang hilang. Jadi jika ada permintaan yang hilang, mereka harus dipancarkan kembali menggunakan UDP sehingga memerlukan pembangunan mekanisme retransmission, jadi ada kesempatan sangat sedikit saat aplikasi bisa lolos dengan menggunakan UDP.
Dari penjelasan – penjelasan di atas dapat kita rangkum apa saja yang terjadi di Network Layer, Transport Layer, dan Application Layer ke dalam sebuah gamabar sebagai berikut :




Berbicara mengenai kerja apliaksi file transfer pada jaringan computer tentu sangat berhubungan erat dengan FTP(File Transfer Protocol). FTP merupakan sebuah protocol pada lapisan aplikasi yang berfungsi untuk mengatur pentransferan file pada sebuah network. Berbicara mengenai FTP tentu kita tidak bisa lepas dari 2 bagian penting dalam FTP. Kedua bagian yang sangat penting dari FTP tersebut adalah FTP client dan FTP server.
FTP client adalah perangkat yang digunakan untuk melakukan transfer file dalam lingkungan internet menggunakan standar dari FTP (File Transfer Protocol). Perangkat tersebut biasanya dibangun dengan sebuah aplikasi FTP client. Contoh dari aplikasi  FTP client adalah Cute FTP, Go!zilla, caitoo, axyFTP, telnet, dll. Sedangkan FTP server sendiri adalah komputer server yang memberikan akses FTP ke Intranet (local) maupun Internet ( global). Seperi halnya FTP client, FTP server juga dibangun menggunakan suatu software tertentu contohnya antara lain adalah FTPd, pro-FTPd, ftpX, Troll-FTPd, dll.

Selain berhubungan dengen FTP tentunya file transfer sangat berhubungan dengan proses pengiriman dan penerimaan data pada network. Tata urutan pengiriman data pada jaringan computer secara umum dapat kita lihat pada gambar Network Layer Interaction berikut ini :  

Karena yang kita transfer datanya berupa file maka protocol yang kita gunakan adalah FTP. Dalam kehidupan sehari-hari secara umum dan sederhananya proses transfer file pada jaringan computer dilakukan dengan cra sebagi berikut:

1.        Menjalankan program client FTP pada computer pengirim
2.       Memilih alamat dan port server
3.       User akan akan menunjukan ke server mankah program client FTP harus terkoneksi.
4.       Application layer akan mengirim informasi ke session layer melalui  presentation layer. Informasi tersebut berisi perintah untuk membuka koneksi ke computer lain pada port dan alamat yang telah ditentukan. Pada tahap ini tidak begitu banyak yang dilakukan presentation layer dan sebenarnya bagian presentation layer ditangani oleh sebuah program FTP .
5.       Session layer akan melakukan negosiasi dengan FTP Server untuk membuat sebuah koneksi. Cara yang dilakukan adalah dengan mengirim beberapa sinyal sinkronisasi antara  computer client dan computer server. Proses pengiriman sinyal dari computer client ke computer server urutanya dapat dideskripsikan sebagai berikut:
a.       Session layer computer client akan mengirim data paket sinyal (SYN) ke transport layer.
b.      Transport layer akan menambahkan sebuah header pada paket untuk mnunjukan paket tersebut berasal dari port mana dan tujuannya ke port yang mana.
c.       Network layer akan menambahkan IP address sumber dan IP address tujuan serta informasi lainnya ke pada IP header.
d.      Datalink layer akan menunjukan hardware address/ alamat hardware dari computer tujuan dengan memanfaatkan APR dan informasi hasil routing. Sebuah header tambahan (ethernet) akan ditambahkan pada lapisan ini yang menunjukkan alamat hardware penerima pesan beserta dengan informasi lainnya.
e.      Informasi akan dikirim ke network card computer server.
f.        FTP Server normalnya hanya akan mencari frame ethernet yang cocok dengan alamat hardwarenya.
g.       FTP Server akan melihat serta mencocokan alamat frame ethernet dan strip informasi header ethernet dan mengirimkannya ke network layer.
h.      Transport layer akan melihat nomor port TCP dan dengan berdasarkan pada nomor port inilah poses servicesnya dijalankan. Header TCP akan dibuka dan  informasi dikirim ke program yang sesuai yang melayani port yang diminta.
i.         Network layer akan memeriksa informasi IP address, membuka header IP nya, dan jika IP address cocok maka akan mengirimkan paket informasinya ke transport layer.
j.        Pada point ini, session layer dalam program FTP akan melakukan serangkaian pertukaran data antara dirinya melalui semua lapisan bawahnya ke komputer klien sampai sebuah session selesai didirikan.
6.       Pada point ini informasi antara client dan server sudah dapat dikirim dengan beberapa perintah FTP. Setiap transmisi melewati network layers  dari application layer ke lapisan hardware dan back up  layers pada komputer penerima.
7.       Ketika client memutuskan untuk menutup/memutus  session layer mka akan diinformasikan ke  layer yang lebih tinggi untuk dilakukan penutupan/pemutusan koneksi.


Sebelum menginstal netkit terlebih dahulu kita install terlebih dahulu OS Linux karena program netkit ini hanya berjalan pada OS Linux. OS Linux dapat kita install langsung pada kmputer kita , maupun kita install pada shoftware virtual box / vm ware. Untuk saya sendiri kebetulan menginstal secara langsung di computer saya. OS Linux yang saya gunakan adalah Linux Sabily Uhud 11.10.men

Adapun cara menginstal netkit pada Linux Sabily Uhud 11.10 maupun di Ubuntu 11.10 adalah sebagai berikut:

a. Persiapkan file berikut di bawah ini:

- netkit-2.8.tar.bz2
- netkit-filesystem-i368-F5.2.tar.bz2   
- netkit-kernel-K2.8.tar.bz2
   File2 tersebut dapat kita download di: http://wiki.netkit.org/index.php/Download_Official

b. Buka terminal dengan menekan :
    CTRL+ALT+T
c. Extrack file-file tersebut dengan perintah :

   <alamat lokasi file>- tar -xvf <file.bz2>

d. Setting path supaya netkit otomatis di kenali dengan perintah

- export NETKIT_HOME=/home/<nama_laptop>/ lokasi path netkit yang hasil ektract
- export PATH=$PATH:$NETKIT_HOME/bin
- export MANPATH=:$NETKIT_HOME/man

e. Edit file bash.bashrc

- sudo nano /etc/bash.bashrc

f. masukan perintah  di bawah ini pada baris terakhir

export NETKIT_HOME=/home//<nama_laptop>/ lokasi path netkit yang hasil ektract export        PATH=$PATH:$NETKIT_HOME/bin
   export MANPATH=:$NETKIT_HOME/man

g. Save file bash.bashrc

e. Cek hasil path konfigurasi dengan perintah

- cd $NETKIT_HOME
- ./check_configuration.sh

Setelah berhasil diinstal maka netkit siap untuk di gunakan seperti yang terlihat pada gambar berikut:


TCP/IP (Transmission Control Protocol /Internet protocol) adalah satu set protokol yang memungkinkan terjadinya komunikasi antar komputer , TCP/IP menjadi sangat populer karena apabila kita ingin terkoneksi ke Internet kita harus menggunakan protokol TCP/IP, yang mana dengan TCP/IP inilah kemudian komputer di seluruh dunia dapat saling berkomunikasi. Dengan kata lain TCP/IP  merupkan setandar komunikasi data yang digunakan dalam proses tukar-menukar data dari computer satu  ke computer lain di dalam jaringan internet. 
Pada tahun 1974 Vint Cerf dan Bob Khan dua perintis Internet, mempublikasikan sebuah tulisan berjudul “A Protocol for Packet Network Interconnection”, tulisan ini menggambarkan tentang Transmission Control Protocol (TCP). TCP menjelaskan bagaimana dua buah host dapat saling berkomunikasi dan bagaimana kedua host ini tetap terkoneksi satu sama lain ketika data dikirim. TCP bertanggung jawab untuk memastikan data diterima di host tujuan. TCP meninggalkan jejak tentang apa yang dikirim dan dikirim ulang (informasi apapun yang tidak berhasil dikirimkan), jika suatu data terlalu besar untuk dikirim sebagai sebuah paket, TCP memecah data tersebut kedalam beberapa paket dan memastikan bahwa seluruh paket yang dikirim dapat sampai di tujuan dengan benar, setelah itu TCP menyusun kembali paket-paket tersebut sesuai dengan urutannya dan kemudian merekonstruksi data yang dikirim. Pada tahun 1978 percobaan dan pengembangan lebih lanjut dari protokol ini mengalami banyak kemajuan yang menggiring para pengembangnya pada sebuah protokol baru yang disebut dengan Transmission Control Protocol/Internet Protocol.
TCP/IP terdiri dari 4 Layer yang meliputi :
1.      Network Access Layer / Network Interface Layer
Layer  ini berfungsi untuk menyediakan media bagi sistem untuk mengirimkan data ke device lain yang terhubung secara langsung.  Jadi Layer ini menentukan bagai mana sebuah komputer dapat terkoneksi kedalam suatu jaringan komputer, hal ini sangat penting karena data harus dikirimkan dari dan ke suatu host melalui sambungan pada suatu jaringan.
2.      Internet Layer
Layer ini merupakan layer yang bertanggung jawab dalam  aktifitas pengalamatan dan routing paket
Internet Layer  terdiri dari beberapa protocol berikut ini:
·         Internet Protokol (IP)
merupakan salah satu protokol kunci di dalam kumpulan protokol TCP/IP. Sebuah paket IP akan membawa data aktual yang dikirimkan melalui jaringan dari satu titik ke titik lainnya.
·         Address Resolution Protokol (ARP)
ARP adalah sebuah protokol dalam TCP/IP Protocol Suite yang bertanggungjawab dalam melakukan resolusi alamat IP ke dalam alamat Media Access Control (MAC Address)
·         Internet Control Message Protokol (ICMP)
ICMP atau Internet Control Message Protocol adalah protokol yang bertugas mengirimkan pesan-pesan kesalahan dan kondisi lain yang memerlukan perhatian khusus.
·         Internet Group Message Protokol (IGMP)
Internet Group Management Protocol (IGMP) adalah protokol komunikasi yang digunakan untuk mengelola keanggotaan Internet Protokol multicast grup. IGMP digunakan oleh IP host dan sekitar multicast router untuk membentuk keanggotaan grup multicast.

3.      Transport Layer
Transport layer  merupakan layer  yang  menentukan bagaimana host pengirim dan host penerima dalam membentuk sebuah sambungan sebelum kedua host tersebut berkomuikasi, serta seberapa sering kedua host ini akan mengirim acknowledgment dalam sambungan tersebut satu sama lainnya. Transport layer hanya terdiri dari dua protokol; yang pertama adalah TCP (Transport Control Protokol) dan yang kedua adalah UDP (User Datagram Protokol). TCP bertugas; membentuk sambungan, mengirim acknowledgment, dan menjamin terkirimnya data sedangkan UDP dapat membuat transfer data menjadi lebih cepat.
4.      Aplication Layer
Aplication layer merupakan layer yang melayani permintaan data atau servis, aplikasi pada layer ini menunggu di portnya masing-masing dalam suatu antrian untuk diproses. Aplication layer bukanlah tempat bagi word processor, spreadsheet, internet browser atau yang lainnya akan tetapi aplikasi yang berjalan pada application layer berinteraksi dengan word processor, spreadsheet, internet browser atau yang lainnya, contoh aplikasi populer yang bekerja pada layer ini yaitu:
·         TELNET (Network Terminal Protocol), yang menyediakan remote login dalam jaringan.
·         FTP (File Transfer Protocol), digunakan untuk file transfer.
·         c. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), dugunakan untuk mengirimkan electronic mail.
·         DNS (Domain Name Service), untuk memetakan IP Address ke dalam nama tertentu.
·         e. RIP (Routing Information Protocol), protokol routing.
·         OSPF (Open Shortest Path First), protokol routing.
·         NFS (Network File System) untuk sharing file terhadap berbagai host dalam jaringan.
·         HTTP (Hyper Text Transfer Protokol), protokol untuk web browsing.
Perbedaan  TCP/IP dengan OSI
Perbedaan model TCP/IP dengan model OSI yang paling mencolok terletak pada jumlah layernya. Untuk lebih jelasnya perbandingannya dapat kita lihat pada  gambar berikut:

·         TCP/IP menggabungkan presentation dan session layers kedalam application layers.
·         TCP/IP menggabungkan OSI-data link dan physical layers kedalam network access layer.
·         TCP/IP Protocol adalah standar dalam pengembangan internet.
Alasan kenapa TCP / IP lebih popular
Dari penjelasan tentang TCP/IP dan perbedaan tadi maka, TCP/IP menjadi lebih populer. TCP/IP lebih sederhana dan fleksibel. Pada TCP /IP hanya ada 4 tingkatan layer. TCP/IP merupakan setandar protocol terbuka sehingga pengembangannya tidak tergantung pada system operasi dan hardware tertentu. TCP/IP sangat fleksibel. Dengan TCP/IP sangat memungkinkan untuk melakukan integrasi berbagai macam jaringan yang berbeda. Dengan menggunakan TCP/IP dapat dilakukan pengalamatan piranti secara unik pada seluruh jaringan walaupun jaringannya seluas internet